Senin, 18 November 2013

Dampak negatif begadang


Begadang.

Apakah dampak yang ditimbulkan dari begadang?

Mari kita simak ulasan berikut.

Bagi anda yang suka begadang atau tidur larut malam, mulai sekarang stop kebiasaan tersebut. Banyak dampak buruk yang diakibatkan oleh kebiasaan buruk tersebut, diantaranya :

  • Konsentrasi Menurun


Tidur yang baik memainkan peran penting dalam berpikir dan belajar. Kurang tidur dapat mempengaruhi banyak hal. Pertama, mengganggu kewaspadaan, konsentrasi, penalaran, dan pemecahan masalah. Hal ini membuat belajar menjadi sulit dan tidak efisien. Kedua, siklus tidur pada malam hari berperan dalam “menguatkan” memori dalam pikiran. Jika Anda tidak cukup tidur, Anda tidak akan mampu mengingat apa yang Anda pelajari dan alami selama seharian.


  • Masalah Kesehatan Serius


Gangguan tidur dan kurang tidur tahap kronis dapat membawa Anda pada risiko :
Penyakit jantung
Serangan jantung
Gagal jantung
Detak jantung tidak teratur
Tekanan darah tinggi
Stroke
Diabetes

Menurut beberapa penelitian, 90 persen penderita insomnia- gangguan tidur yang ditandai dengan sulit tidur dan tetap terjaga sepanjang malam – juga mengalami risiko kesehatan serupa.

  • Gairah Seks Menurun


Para ahli melaporkan, kurang tidur pada pria dan wanita menurunkan tingkat libido dan dorongan melakukan hubungan seksual. Hal ini dikarenakan energi terkuras, mengantuk, dan tensi yang meningkat. Bagi pria yang mengidap sleep apnea- masalah pernapasan yang mengganggu saat tidur, menyebabkan gairah seksual melempem. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism 2002 menunjukkan, hampir semua orang yang menderita sleep apnea memiliki kadar testosteron yang rendah. Dan hampir setengah dari orang yang menderita sleep apnea parah memiliki tingkat testosteron yang rendah pada malam hari.

  • Menyebabkan Depresi


Dalam studi tahun 1997, peneliti dari Universitas Pennsylvania melaporkan orang-orang yang tidur kurang dari 5 jam per hari selama tujuh hari menyebabkan stres, marah, sedih, dan kelelahan mental. Selain itu, kurang tidur dan gangguan tidur dapat menyebabkan gejala depresi. Gangguan tidur yang paling umum, yaitu insomnia yang memiliki kaitan kuat dengan depresi. Dalam studi tahun 2007 melibatkan 10.000 orang, terungkap bahwa pengidap insomnia 5 kali lebih rentan depresi. Bahkan, insomnia sering menjadi salah satu gejala pertama depresi. Insomnia dan tidak nafsu makan akibat depresi saling berhubungan. Kurang tidur memperparah gejala depresi dan depresi membuat anda lebih sulit tidur. Sisi positifnya, pola tidur yang baik dapat membantu mengobati depresi.

  • Mempengaruhi Kesehatan Kulit


Kebanyakan orang mengalami kulit pucat dan mata bengkak setelah beberapa malam kurang tidur. Keadaaan tersebut benar karena kurang tidur yang kronis dapat mengakibatkan kulit kusam, garis-garis halus pada wajah dan lingkaran hitam di bawah mata. Bila Anda tidak mendapatkan cukup tidur, tubuh Anda melepaskan lebih banyak hormon stres atau kortisol. Dalam jumlah yang berlebihan, kortisol dapat memecah kolagen kulit, atau protein yang membuat kulit tetap halus dan elastis. Kurang tidur juga dapat menyebabkan tubuh lebih sedikit mengeluarkan hormon pertumbuhan. Ketika kita masih muda, hormon pertumbuhan manusia mendorong pertumbuhan. Dalam hal ini membantu meningkatkan massa otot, menebalkan kulit, dan memperkuat tulang. “Ini terjadi saat tubuh sedang tidur nyenyak- yang kami sebut tidur gelombang lambat (SWS) – hormon pertumbuhan dilepaskan,” kata Phil Gehrman, PhD, CBSM, Asisten Profesor Psikiatri dan Direktur Klinis dari Program Behavioral Sleep Medicine Universitas Pennsylvania, Philadelphia.

  • Pelupa


Tidak ingin lupa dengan kenangan terbaik dalam hidup Anda? Cobalah perbanyak tidur. Pada tahun 2009, peneliti dari Amerika dan Perancis menemukkan bahwa peristiwa otak yang disebut ““sharp wave ripples” bertanggung jawab menguatkan memori pada otak. Peristiwa ini juga mentransfer informasi dari hipokampus ke neokorteks di otak, dimana kenangan jangka panjang disimpan. Sharp wave ripples kebanyakan terjadi pada saat tidur.

  • Tubuh Jadi Melar


Jika Anda mengabaikan efek kurang tidur, bersiaplah dengan ancaman kelebihan berat badan. Kurang tidur berhubungan dengan peningkatan rasa lapar dan nafsu makan, dan kemungkinan bisa menjadi obesitas. Menurut sebuah studi tahun 2004, orang-orang yang tidur kurang dari enam jam sehari, hampir 30 persen cenderung menjadi lebih gemuk daripada mereka yang tidur tujuh sampai sembilan jam sehari. Penelitian terakhir terfokus pada hubungan antara tidur dan peptida yang mengatur nafsu makan. Ghrelin merangsang rasa lapar dan leptin memberi sinyal kenyang ke otak dan merangsang nafsu makan. Waktu tidur singkat dikaitkan dengan penurunan leptin dan peningkatan dalam ghrelin. Kurang tidur tak hanya merangsang nafsu makan. Hal ini juga merangsang hasrat menyantap makanan berlemak dan makanan tinggi karbohidrat. Riset yang tengah berlangsung meneliti apakah tidur yang layak harus menjadi bagian standar dari program penurunan berat badan.

  • Meningkatkan Risiko Kematian


Dalam penelitian Whitehall ke-2, peneliti Inggris menemukkan bagaimana pola tidur mempengaruhi angka kematian lebih dari 10.000 pegawai sipil Inggris selama dua dekade. Berdasarkan hasil penelitian yang dipublikasikan pada 2007, mereka yang telah tidur kurang dari 5-7 jam sehari mengalami kenaikan risiko kematian akibat berbagai faktor. Bahkan kurang tidur meningkatkan dua kali lipat risiko kematian akibat penyakit kardiovaskuler.

  • Merusak Penilaian Terutama Tentang Tidur


Kurang tidur dapat memengaruhi penafsiran tentang peristiwa. Keadaan tubuh yang lemas membuat kita tidak bisa menilai situasi secara akurat dan bijaksana. Anda yang kurang tidur sangat rentan terhadap penilaian buruk ketika sampai pada saat menilai apa yang kurang terhadap sesuatu. Dalam dunia yang serba cepat saat ini, kebiasaan tidur menjadi semacam lencana kehormatan. Spesialis mengenai tidur mengatakan, Anda salah jika berpikir Anda baik-baik saja meski kurang tidur karena di mana pun Anda bekerja pada profesi apa pun, akan menjadi masalah besar bila Anda tidak dapat menilai sesuatu dengan baik.

Beberapa masalah yang membuat orang ingin begadang diantaranya, punya masalah, ada kerjaan yang  belum selesai, asik nonton atau berlayar internetan, atau ingin begadang menikmati sunyinya malam. Tapi, janganlah mengabaikan bahwa begadang tidak mempunyai efek negatif.
Jadi, jagalah tidur anda dengan senormal mungkin dan atur pola tidur anda. Pola tidur yang sehat, akan berpengaruh juga pada kesehatan anda. Salah satu faktor yang mempengaruhi pola tidur anda adalah tempat tidur anda. Tempat tidur yang nyaman dan baik tentunya akan menambah kualitas tidur anda.

Lalu adakah tempat tidur yang baik dan nyaman buat kita?Seperti apakah klasifikasi tempat tidur yang membuat tidur kita berkualitas?


Kasur Busa Inoac jawabannya.

Mengapa?

Kasur inoac merupakan kasur berkualitas tinggi produksi PT. IRC Inoac Indonesia yang ditangai langsung oleh ahlinya dari Jepang. Sebagaimana kita ketahui, bahwa kualitas produk dari Jepang tidak diragukan lagi, karena konsistensi orang Jepang yang selalu mengutamakan Kualitas pada setiap Produk. Disamping itu, kasur busa inoac memiliki beberapa keunggulan, diantaranya busa/foam tidak panas saat digunakan sehingga menambah kenyamanan tidur anda dan kasur ini mempunyai Garansi 10 tahun, artinya jika produk kami kempes selama masa garansi, produk kami ganti yang baru. Kasur ini tersedia dalam berbagai motif dan ukuran. Motif dan ukuran lainnya juga bisa dipesan.


Untuk Informasi dan pemesanan Kasur busa Inoac, silahkan klik menu Pemesanan atau klik gambar di bawah ini:

Klik untuk Pesan Kasur Busa Inoac